Jumat, 29 Mei 2020

Analisis Novel pride and prejudice Oleh Jane Austen menggunakan teori Formula

POPULAR CULTURE 


By
DARMIAH
N1D2 17 007

ENGLISH LITERATURE STUDY PROGRAM
FACULTY OF CULTURAL STUDIES
HALU OLEO UNIVERSITY
KENDARI
2020


1. Analisis Novel pride and prejudice Oleh Jane Austen menggunakan teori Formula 

Pride and Prejudice adalah novel romantis tentang tata krama yang ditulis oleh Jane Austen pada tahun 1813. Novel ini mengikuti perkembangan karakter Elizabeth Bennet , protagonis dinamis dari buku yang belajar tentang dampak dari penilaian yang tergesa-gesa dan datang untuk menghargai perbedaan antara kebaikan yang dangkal dan kebaikan sebenarnya. Humornya terletak pada 
penggambarannya yang jujur ​​tentang tata krama, pendidikan, pernikahan, dan uang selama era Regency di Inggris Raya.
Novel ini dikatakan popular Karena, pada Masanya novel ini sangat diminati oleh banyak pembaca Dan telah diterjemahkan ke Bahasa lain Selain itu juga novel ini Sudah bberapa Kali di filmkan. Hal menarik lainnya Dari novel ini adalah novel ini menampilkan permasalahan kehidupan Secara intense.Jane Austen mengangkat novel ini Karena terinspirasi dari masyarakat inggris pada saat itu,novel ini berkaitan dengan feminisme. Dimana, seorang perempuan  pada Masa itu sama sekali tidak memiliki hak atas warisan/harta Ayahnya sendiri. Masyarakat Inggris pada Masa itu, menganggap pernikahan adalah jalan terbaik Bagi seorang wanita,siapapun pasangannya asalkan dapat memberikan status social yang lebih baik,tidak ada cinta tidak masalah. 
Kemudian, penulis (Jane Austen)  menghadirkan tokoh yang di kagumi yaitu Elizabeth Bennett. Elizabeth Bennet merupakan tokoh favorite Jane Austen. Elizabeth Bennett adalah seorang wanita tangguh yang mampu mebyampaikan pendapat pribadinya Serta tidak mengikuti tuntutan masyarakat pada masa itu, Ia tidak perduli dengan aturan pada masa itu. 
unsur-unsur yang di teliti dalam novel ini diantarannya merupakan sebagian dari unsur Instrinsic Karena dianggap unsur ini yang menjadikan novel tersebut popular. Unsur-unsur tersebut diantarannya penokohan yang di fokuskan pada tokoh-tokoh sentralnya, setting yang merupakan tempat kejadian Cerita tersebut dan Tema yang di angkat yang 
mengilustrasikan sebagian dari kehidupan nyata serta pengalaman dari penulis. Tokoh sentralnya memegang banyak peran. Tokoh sentral dalam novel pride and prejudice adalah Elizabet Bennett, ia merupakan salahsatu putri Dari Mr. Bennett Ia mempunyai watak ceria, apa adanya, dan perduli terhadap keluarga. Elizabeth Bennett sangat membenci Mr. Darcy namun kebenciannya berangsur menjadi cinta. Seperti yang di katakan Elizabet "Sejak pertama Kali aku berjumpa denganmu, perangaimu yang mencoba memikatku, tipu dayamu sikap acuh tak acuhmu pada orang lain, semua itu menjadi landasan kebencianku kepadamu, Aku Sudah tahu bahwa kau adalah pria terakhir di dunia ini yang akan kunikahi".
Unsur penting berikutnya dalam kepopuleran suatu karya sastra adalah Tema. Tema dalam novel pride and prejudice adalah tentang Cinta. Ketika masuk dalam Ceritanya,pembaca akan sangat mudah memahami Tema Cerita Karena Bahasa yang di gunakan sangat jelas. 
Berdasarkan paparan 
diatas,dapat di katakan bahwa novel pride and prejudice karya Jane Austen memiliki formula yang menjadikannya popular. Sedangkan 
kepopuleran Dari Formula yang dimiliki tersebut di dapatkan melalui tahapan pemaknaan oleh pembaca terlebih dahulu. Unsur instrinsic yang berperan dalam kepopulerannya tersebut tidak terlepas Dari kondisi masyarakat Secara nyata seperti yang di gambarkan dalam novel pride and prejudice. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar